Selamat Datang Di Blog Ini, Semoga Informasi Ini Bermanfaat Untuk Anda

Kamis, 06 September 2012

Pria suka yang 'basah', wanita suka yang 'lama'


VeHealth.com - Sebuah penelitian menunjukkan bahwa pria lebih suka dengan ciuman yang 'basah', sementara wanita lebih memilih menahan ciuman selama mungkin. Hasilnya, ciuman lebih seperti 'tabrakan' semangat antara keduanya, dibandingkan dengan pertemuan dua jiwa.
"Wanita menggunakan ciuman untuk membuat ikatan dengan pasangan. Sementara pria menggunakannya sebagai pembuka. Tentu saja, penutupnya adalah seks," kata Susan Hughes, seorang psikolog di Albright College di Pennsylvania.
"Pria mencium hanya untuk meningkatkan gairah pasangannya," tambahnya, seperti dilansir oleh Times of India (04/09). 

Hughes dan rekannya melakukan penelitian pada 1.000 pria dan wanita saat melakukan hubungan seksual. Mereka diminta menilai dan memberikan pendapat mengenai ciuman yang mereka lakukan. Hasilnya menunjukkan bahwa baik pria maupun wanita melihat ciuman sebagai interaksi yang penting dan sangat intim. Mereka menggunakan ciuman untuk melihat kecocokan mereka dengan pasangan. Pria juga diketahui lebih menyukai ciuman yang basah. Sementara wanita tak begitu suka dengan ciuman yang terlalu basah. 

Psikolog mengatakan bahwa bagi pria banyaknya saliva yang terlibat saat berciuman menunjukkan seberapa intim ciuman yang sedang dilakukan.
Sementara itu, karena wanita menganggap ciuman sebagai cara mereka membangun ikatan dengan pasangan, maka wanita cenderung menyukai ciuman yang lama dan penuh perasaan.(ka)

Rabu, 05 September 2012

Pendidikan Kesehatan Reproduksi Remaja

VeHealth.com - Kementerian Pendidikan Nasional meluncurkan Program Pendidikan Kesehatan Reproduksi untuk Remaja Tunanetra dan Tunarungu.Program yang ditujukan bagi peserta didik sekolah menengah pertama luar biasa A (tunanetra) dan B (tunarungu) ini memanfaatkan media komputer dan buku digital.

Pendidikan kesehatan reproduksi diajarkan lewat MAJU (Media Kesehatan Reproduksi Remaja Tunarungu) dan Langkah Pastiku! untuk remaja Tunanetra.Pengembangan Modul MAJU dan Langkah Pastiku! dilatarbelakangi oleh pandangan bahwa remaja tunarungu dan tunanetra memiliki hak yang sama dengan remaja lainnya untuk mendapatkan akses informasi dan layanan kesehatan reproduksi.Pendidikan tersebut dapat membekali para remaja dari resiko pelecehan dan kekerasan seksual, kehamilan yang tidak diinginkan. Selain itu untuk mencegah penyakit menular seksual dan HIV/AIDS.

Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh di Jakarta, Rabu (29/9), dalam sambutan mendorong supaya di setiap sekolah dan lembaga ada tempat penyuluhan mengenai pentingnya kesehatan reproduksi.
"Pemerintah dan kita semua memiliki kewajiban untuk memberikan layanan dan pengetahuan tentang pentingnya kesehatan reproduksi itu pada anak-anak kita," kata Nuh.

Sekretaris Jenderal Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan Nasional Bambang Indriyanto mengatakan, pendidikan kesehatan reproduksi ini merupakan salah satu aktualisasi pendidikan nondiskriminatif.Lewat pendidikan ini, anak-anak yang memiliki keterbatasan mendapatkan haknya untuk mengetahui informasi yang benar soal kesehatan reproduksi.

Sampai saat ini, program telah diimplementasikan di sebanyak 72 SMP Luar Biasa dan Sekolah Menengah Luar Biasa yang melayani siswa tunanetra dan tunarungu di delapan provinsi yaitu DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DIY, Bali, NTB.
Adapun media pembelajaran yang dikembangkan meliputi modul cetak dan braille, modul training untuk guru dan master trainer, boneka kesehatan reproduksi, celemek kesehatan reproduksi, kamus bahasa isyarat kesehatan reproduksi berbentuk cetak dan CD. (ka)

Sumber: kompas.com
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...