
VeHealth - Alergi atau hipersensitivitas merupakan reaksi yang terjadi akibat kegagalan sistem kekebalan tubuh. Kondisi seperti ini biasanya diturunkan secara genetik. Pemicunya beragam. Mulai dari debu, bulu binatang, tungau dan polusi udara. Selain faktor eksternal ini, alergi juga dipicu oleh zat makanan asing yang tidak dapat diterima tubuh.
Jika Anda merasakan gatal-gatal, kulit kemerahan, pembengkakan di bagian tubuh tertentu, kepala pusing, muntah, bahkan diare, ini dapat menunjukkan gejala alergi makanan.
Berikut makanan yang memungkinkan mencetuskan alergi seperti dikutip dalam Times of India:
Makanan laut
Ini merupakan penyebab umum alergi. Biasanya disebabkan karena mengonsumsi kepiting, lobster, atau udang. Ada pula alergi yang disebabkan karena ikan tuna. Alergi ini akan terjadi seumur hidup, efeknya, tubuh tidak dapat menerima makanan laut lagi.
Kacang Kedelai
Walau jarang terjadi, alergi ini termasuk alergi terburuk karena tubuh tak toleran pada laktosa dari kedelai. Penyebabnya karena sistem kekebalan tubuh menganggap protein kedelai sebagai zat berbahaya. Gejalanya seperti gatal hingga menyebabkan eksim, pilek, sakit pada perut hingga diare.
Cokelat
Alergi coklat bukan disebabkan karena kandungan atau komposisi di dalamnya, melainkan ada hal lain yang mencetus reaksi ini. Cokelat terbuat dari biji kakao yang telah melewati hasil penggilian, kemudian dicampur dengan susu, kedelai atau bahan lain. Dan inilah yang mencetuskan timbulnya reaksi alergi. Gejalanya beragam, mulai dari gatal, ruam hingga masalah penafasan.
Kacang
Hingga saat ini penyebab alergi kacang belum diketahui pasti. Umumnya mereka yang terkena serangan alergi ini akan memunculkan gejala seperti kulit kemerahan, kesemutan, muntah, serta diare. Gejala akan muncul sesaat setelah alergen diterima tubuh.
Jeruk
Reaksi yang ditimbulkan akibat mengonsumsi jeruk dapat menyebabkan masalah pencernaan, gatal, dan pembengkakan. Kemungkinan reaksi ini dipicu karena Anda alergi pada kandungan asam citiric atau asam askorbat yang ada pada buah jeruk.

VeHealth - Menyikat gigi pastinya jadi perawatan rutin setiap hari. Baik setelah
makan maupun sebelum tidur, untuk mencegah munculnya lubang dan menjaga
kesehatan mulut. Sebenarnya bukan hanya kebersihan gigi yang harus
diperhatikan, tapi juga kebersihan lidah.
Beberapa orang mengalami masalah kesehatan lidah. Mulai dari sariawan, oral candidodis (lapisan putih), hingga kanker lidah. Lapisan putih yang muncul karena jamur candida albicans ini dapat menyebabkan bau mulut.
Untuk
itu, jangan pernah menyepelekan kebersihan lidah Anda. Lagipula,
membuat lidah selalu dalam keadaan bersih dan terhindar dari jamur juga
sangat mudah. Lakukan saja lima cara ini.
1. Sikat lidah
Menyikat
gigi dengan bersih hingga ke belakang lidah akan membantu menjaga
kebersihan mulut. Anda bisa menggunakan sikat berbulu lembut untuk
menyikat lidah. Lakukan secara teratur setiap hari. Terutama sebelum
tidur.
2. Pembersih lidah
Kebersihan mulut
tetap terjaga dengan baik apabila Anda juga selalu membersihkan bagian
lidah. Anda dapat menggunakan pembersih khusus lidah untuk membuang
lapisan putih yang muncul karena jamur candida albicans.
3. Konsumsi makanan pembersih
Makanan
yang memiliki manfaat untuk membersihkan lidah dan mulut lain adalah
stroberi, lemon, dan apel. Makanan tersebut baik untuk kesehatan lidah
dan juga menjaga gigi tetap putih. Sangat baik jika Anda menjadikannya
cemilan sehari-sehari.
4. Obat kumur
Selalu
berkumur dengan air bersih setiap selesai makan. Hal ini akan
menghilangkan partikel kecil makanan yang terjebak di antara gigi dan
juga dapat membersihkan lidah. Cara ini juga sangat efektif untuk
menyingkirkan jamur.
5. Yoghurt
Untuk
menyingkirkan jamur yang suka tumbuh di lidah, ada cemilan sehat yang
bisa Anda konsumsi, yaitu yoghurt. Minuman hasil fermentasi ini, seperti
dilansir dari BoldSky, bisa mematikan pertumbuhan jamur candida albicans di lidah.