
VeHealth - Tubuh gemuk atau obesitas disebabkan oleh bakteri, bukan oleh kemalasan
atau karena asupan makan yang berlebih, para ilmuwan Cina menjelaskan.
Bakteri dapat membuat gen dalam tubuh menghasilkan lemak.
Penelitian
yang dipimpin oleh Zhao Liping, seorang profesor mikrobiologi dan dekan
di Sekolah Ilmu dan Bioteknologi, Shanghai, meneliti adanya hubungan
antara jenis bakteri tertentu dengan obesitas.
Melansir Zeenews.com,
hal ini menunjukan bahwa patogen atau gen infesius yang terisolasi dari
menyebabkan seseorang jadi obesitas. Dalam studi klinis, para peneliti
menemukan pertumbuhan yang berlebih dari bakteri penghasil endotoksin, tingkatkan 35 persen bakteri usus, pada pasien obesitas yang awal berat badannya 175 kg.
Setelah
diadakan intervensi gizi dengan formula khusus, bakteri menurun dan
pasien tersebut kehilangan 51,4 kg. Ini memberikan kesimpulan di mana
bakteri memiliki andil dalam berat tubuh seseorang.
Zhao menjelaskan, endoktoksin yang berasal dari bakteri membuat
gen memproduksi lemak lebih banyak dan mematikan gen yang mengkonsumsi lemak.

VeHealth - Ketika Anda sedang kelelahan atau selesai berolahraga, mandi dengan air
hangat memang bisa jadi 'obat'. Meskipun rasa lelah bisa berkurang, tapi
ada baiknya sesekali mencoba mandi air dingin.
Paparan suhu dingin melalui air dikenal sebagai water immersion
atau "cryo," adalah sebuah teknik yang populer bagi atlet amatir dan
profesional. Teknik ini menawarkan manfaat kesehatan bagi hampir semua
orang.
Air dingin, seperti dilansir dari mercola.com,
berfungsi menurunkan suhu jaringan yang rusak dan ketegangan pembuluh
darah. Menggunakan terapi air dingin saat mandi juga menyembuhkan cedera
seperti memar atau luka pada kulit. Termasuk, menghambat reaksi ujung
saraf secara instan, sehingga mengurangi rasa nyeri.
Membenamkan diri dalam bathtub
berisi air dingin bisa memperlambat denyut jantung dan meningkatkan
sirkulasi darah. Cara ini juga mengurangi peradangan dan membantu tubuh
cepat pulih dari kelelahan.
Dalam sebuah studi, para peneliti
menemukan mandi air dingin jauh lebih efektif dalam mengurangi nyeri
otot setelah olahraga dengan menurunkan konsentrasi laktat darah. Lalu,
sedingin apakah air yang dapat digunakan sebagai terapi? Suhunya yakni
sekitar 10-15 derajat Celcius dengan waktu terapi kurang lebih selama 24
menit.
Beberapa ahli percaya bahwa mengganti kebiasaan mandi
dengan air panas menjadi air dingin membantu mengalirkan oksigen dan
nutrisi ke organ internal tubuh. Serta, mendorong proses detoksifikasi
atau pengeluaran racun.