
VeHealth - Anda bisa melihat keindahan dunia dengan mata. Karenanya, menjaga
kondisi kesehatannya adalah sebuah kewajiban. Namun, banyak yang tidak
tahu bagaimana cara menjaganya.
Penyebab kerusakan mata yang
paling umum adalah terlalu lama menatap layar komputer hingga mengalami
radang mata. Bisa juga masalah mata terjadi karena stres tinggi. Gejala
saat mata mengalami gangguan bukan hanya penglihatan yang kabur. Tapi
juga disertai sakit kepala yang tak tertahankan.
Agar Anda tak
mengalami masalah mata serius, selalu jaga kesehatannya. Periksakan ke
dokter secara teratur terutama bagi yang mengalami keluhan minus atau
silinder. Lalu, segera hentikan lima kebiasaan buruk ini, seperti
dilansir dari Bold Sky.
1. Membaca saat tidur
Membaca
dengan posisi tidur dapat menyebabkan ketegangan pada mata. Bukan hanya
bisa membuat mata sulit fokus tapi juga sakit kepala.
2. Terlalu lama di depan komputer
Menatap
layar komputer sepanjang hari akan menyebabkan mata jadi kering.
Sebaiknya, kenakan kacamata yang dapat menahan cahaya untuk menekan
risiko keluhan pada saraf mata.
3. Menonton televisi
Layar
televisi dan layar komputer, sama-sama dapat menyebabkan kerusakan mata
dengan cara cepat. Maka dari itu, jangan terlalu dekat, perhatikan
jaraknya agar tetap aman.
4. Membaca dalam perjalanan
Saat
berada di dalam mobil atau kereta api membaca merupakan hal yang harus
Anda hindari. Itu karena, gerakan kendaraan akan membuat otot mata harus
bekerja ekstra untuk menyesuaikan dengan gerakan yang konstan.
5. Paparan cahaya berlebihan
Sinar
matahari yang terik pasti akan membuat Anda memicingkan mata. Paparan
sinar ini bisa merusak mata, saat siang hari dan ke luar rumah,
sebaiknya kenakan kacamata hitam.

VeHealth - Apakah Anda merasakan produksi keringat yang berlebihan di tubuh?
Keringat yang begitu mudah mengucur di tengah cuaca sejuk dan tanpa
aktivitas berat?
Waspada kondisi tersebut. Tak sekedar memicu
aroma tubuh yang tak sedap, produksi keringat berlebih juga bisa menjadi
tanda Anda mengidap hiperhidrosis. Keringat muncul dari hampir semua
bagian tubuh seperti ketiak, tangan, kaki, dahi, dan wajah.
Ada
dua tipe hiperhidrosis. Primary hyperhidrosis yang merupakan keadaan
berkeringat berlebih secara alami. Sementara, secondary hyperhidrosis
adalah keringat berlebih karena problem kesehatan ataupun mengonsumsi
obat-obatan tertentu, seperti dilansir Fox News.
Sembari mencari
penyebab utama produksi keringat yang berlebih di tubuh, coba atasi
permasalahan yang muncul dengan sejumlah solusi sederhana berikut:
1.
Perbanyak minum air putih. Ini bertujuan untuk meredam aroma tak sedap
yang menyengat. Meski produksi keringat tetap banyak, asupan air putih
yang cukup akan membuat aromanya tidak tajam, sehingga tidak mengganggu
orang di sekitar.
2. Kenakan pakaian berbahan katun, sehingga
keringat yang keluar cepat terserap. Hindari busana yang berbahan sutera
atau sintesis.
3. Jaga kebersihan tubuh, dengan mandi lebih dari
sekali sehari dengan air dingin dan mengenakan pakaian dalam yang
bersih agar organ intim tidak lembab.
4. Kurangi makanan pedas,
bawang putih, ikan laut, bahkan daging merah. Makanan ini bisa memicu
aroma tak sedap dari keringat Anda.
5. Jika keringat tak juga
berkurang, cobalah mengganti merek deodoran Anda. Sebab, bisa saja ada
kandungan deodoran lama yang tidak cocok dengan kulit Anda.
6. Olahraga secara teratur. Olahraga bisa mengurangi stres. Stres berkurang berarti keringat juga berkurang.
7.
Kurangi kopi. Minuman ini bisa menstimulasi sistem pembuluh darah yang
bisa memicu produksi keringat. Ganti kopi dengan protein nabati seperti,
tahu, tempe, dan produk makanan dari kedelai.