
VeHealth - Kesehatan kaki seringkali terabaikan. Padahal bagian tubuh yang satu ini
bekerja keras menopang tubuh Anda setiap hari. Rasa pegal dan nyeri
pada kaki pun bisa muncul. Efeknya, bisa menjalar ke bagian tubuh lain
seperti sakit pinggang atau rasa pusing.
Sebagai langkah
pencegahan, Anda harus mengenali apa saja pemicu masalah kesehatan kaki.
Untuk itu, hindari empat pemicu berikut yang dilansir dari stylelist.com, agar kaki Anda selalu dalam keadaan sehat.
1. Sepatu yang salah
Sepatu
yang tidak sesuai ukuran atau terbuat dari bahan yang kasar akan
menimbulkan ketidaknyamanan. Jika digunakan dalam waktu lama, berisiko
menimbulkan rasa nyeri bukan hanya pada telapak kaki tetapi juga daerah
betis. Termasuk masalah kesehatan serius seperti stres pada tulang kaki
atau plantar fasciitis (peradangan jaringan di bagian bawah
kaki). Jadi, cobalah lebih selektif dalam memilih sepatu. Pertimbangan
utama adalah kenyamanan kaki.
2. Pedikur yang tidak steril
Perawatan
kuku kaki di salon memang membuat kaki lebih bersih. Tetapi pastikan
peralatan perawatan kaki di salon selalu dalam keadaan steril. Itu
karena alat-alat pedikur yang tidak disterilkan bisa menularkan kuman
dari orang lain dan memicu infeksi pada kuku kaki. Jika ragu dengan
peralatan di salon, sebaiknya lakukan pedikur sendiri di rumah. Atau
setelah melakukan pedikur di salon, sesampainya di rumah, bersihkan kaki
dengan cairan anti bakteri.
3. Lembab
Jamur,
aroma yang tidak sedap atau kutu air seringkali muncul pada kaki. Hal
ini biasanya disebabkan karena kaki selalu dalam keadaan tertutup dan
terjebak udara yang lembab. Kondisi tersebut memang membuat jamur dan
bakteri dengan mudah berkembang biak. Untuk itu pastikan kaki selalu
dalam keadaan kering sebelum Anda menggunakan sepatu. Sebagai langkah
pencegahan, Anda bisa menggunakan bedak tabur pada kaki dan sepatu untuk
menyerap kelembaban.
4. Olahraga
Olahraga
memang sangat baik untuk kesehatan tubuh. Tetapi gerakan berulang secara
terus-menerus saat olahraga, bisa membuat cedera kaki. Untuk itu sangat
penting menyesuaikan jenis sepatu dan jenis olahraga yang Anda lakukan.

VeHealth - Anda mungkin seharian ini berdiri dengan mengenakan sepatu tumit
tinggi. Keesokannya, sakit pada betis dan kaki bisa muncul seolah Anda
berlari belasan kilometer. Kondisi ini sering disebut high heel hangover atau mabuk sepatu tumit tinggi.
Setiap
wanita bisa mengalaminya, terutama bagi Anda yang tak terlalu sering
mengenakan sepatu tumit tinggi. Seperti dilansir dari Daily Mail,
untuk mengatasinya, Mr. Stephen Strain seorang ahli penyakit kaki dari
kawasan medis ternama di Inggris, Harley Street, memberikan beberapa
tip.
- Penyebab
Semakin jarang menggunakan
dan semakin tinggi sepatu yang Anda kenakan, akan semakin sakit betis
dan kaki Anda. Otot betis Anda akan tegang ketika mengangkat kaki untuk
berjalan. Saat mengenakan sepatu tumit tinggi, pergelangan kaki berada
lebih tinggi dari tanah, jadi otot betis harus bekerja ekstra dan
menegang lebih kencang.
- Intensitas penggunaan
Lebih
baik Anda menggunakannya secara rutin dan membuat otot terbiasa bekerja
dengan tekanan sepatu tumit tinggi dibandingkan menggunakannya pada
acara tertentu. Penggunaan yang hanya sesekali akan mengganggu otot
betis.
Idealnya, Anda menggunakan sepatu dengan tumit rendah dan sedang
sehari-hari, lalu menggunakan sepatu dengan tumit yang tinggi pada acara
khusus. Dengan ini tubuh Anda akan terbiasa menggunakannya.
- Pilih sepatu yang cocok
Selain
penggunaan yang rutin, sangat penting bagi Anda menemukan sepatu yang
terpasang dengan baik pada kaki. Pastikan jari-jari kaki memiliki ruang
untuk bergerak. Jika sepatu Anda berujung runcing, pastikan bentuk
menyempit setelah jari-jari kaki sehingga sepatu tidak 'menggigitnya'
dan menjadikannya sebagai jari palu. Jari palu adalah sebuah kondisi di
mana jari-jari kaki berubah bentuk dan seperti 'membungkuk'.
Penggunaan
bantalan silikon tipis sangat baik untuk mengurangi dampak penggunaan
sepatu tumit tinggi. Atau, Anda dapat memilih sepatu jenis wedges.
Sepatu model ini memiliki sol dengan permukaan yang lebih besar sehingga
lebih stabil dan lebih sedikit memberi tekanan pada otot kaki. Semakin
runcing tumit yang Anda gunakan, semakin banyak dampak nyeri pada kaki
Anda.
- Yoga
Setelah menggunakan tumit
tinggi, cobalah untuk meregangkan kaki agar darah dapat mengalir dengan
baik. Salah satunya adalah dengan menirukan gerakan-gerakan dalam yoga
untuk meregangkan kaki.
Lakukan gerakan merangkak dengan bokong
tertarik ke atas. Atau, dengan kaki telanjang, coba untuk membungkuk dan
raih jari-jari kaki Anda. Kaki harus dalam keadaan lurus. Tahan selama 5
hingga 10 detik, lalu ulangi tiga kali. Trik lainnya adalah dengan
posisi terlentang, angkat kaki ke udara dengan posisi jari lurus
menunjuk ke udara.
- Berendam
Berendam air
hangat dapat mengurangi rasa lelah pada otot-otot kaki Anda. Coba
tambahkan garam yang sarat akan mineral alami seperti magnesium dan
sulfat. Kulit akan menyerap magnesium yang membantu tubuh memperbaiki
sel-sel tubuh.
- Manjakan kaki
Luangkan waktu
Anda untuk perawatan kaki seperti pedikur. Perawatan kaki ini dapat
menghilangkan tekanan pada otot kaki, rasa sakit, dan memperbaiki
pertumbuhan kuku yang kerap kali menusuk ke dalam jari dan sangat
menyakitkan jika Anda menggunakan sepatu ketat.
Selalu jaga
kelembaban kaki karena jika terlalu kering akan muncul daerah kasar
akibat tekanan atau disebut kapalan. Daerah yang paling umum terkena
kapalan karena penggunaan sepatu tumit tinggi adalah mata kaki dan
bagian belakang tumit. Karenanya, selalu gunakan pelembab pada kaki di
area tersebut.
- Bersantai
Setelah menggunakan high heel seharian, berikan kesempatan kaki Anda untuk bersantai terbebas dari tekanan dengan menggunakan sepatu datar.
- Obat pereda sakit
Jika semuanya gagal, minum obat ibuprofen yang dapat mengurangi rasa nyeri.