Selamat Datang Di Blog Ini, Semoga Informasi Ini Bermanfaat Untuk Anda

Sabtu, 17 November 2012

Kandungan Kopi Tak Hanya Kafein

VeHealth - Bicara kopi sama dengan bicara soal kafein. Kafein dalam kopi dikenal sebagai 'ramuan ajaib' untuk menambah stamina dan kantuk. Namun, kandungan ini juga terkenal dengan sebagai zat yang membahayakan kesehatan. Bahkan saat ini penelitian yang mengupas tentang manfaat dan efek samping secangkir kopi pun masih bergulir.

Kopi bukanlah minuman yang dapat diminum oleh semua orang. Contohnya, ibu hamil, wanita menyusui. dan orang-orang dengan kondisi medis tertentu seperti sakit tekanan darah tinggi dan osteoporosis. Tapi di sisi lain kopi memiliki manfaat baik untuk kondisi seseorang, termasuk untuk menumpas beberapa penyakit.

Berikut ini adalah lima alasan mengapa kopi baik dikonsumsi, seperti yang dilansir Huffington Post.
1. Perlindungan terhadap diabetes

Minum kopi secara teratur dikaitkan dengan efek perlindungan terhadap resiko diabetes. Bahkan, menurut penelitian kopi memberikan perlindungan hingga 60 persen.

2. Hidrasi

Banyak orang beranggapan kalau kafein memiliki efek deuretik yang dapat menyebabkan tubuh kekurangan cairan. Ini hanyalah mitos yang berkembang. Konsumsi kafein secara teratur, justru dapat menjaga hidrat tubuh dengan baik.

3. Melindungi otak

Beberapa penelitian lain juga menunjukan, kopi dapat memberikan perlindungan seseorang terhadapa penyakit neuro degeneratif seperti Parkison dan Alzheimer.

4. Antioksidan dan fitonutrien

Siapa sangka kalau kopi juga menyimpan banyak harta karun di dalamnya. Selain kafein, kopi juga mengandung antioksidan dan fitonutrien, yang kaya akan asal klorogenat dan polifenol. Jadi, bukan hanya teh hijau dan blueberry saja yang kaya akan antioksidan.

5. Melindungi hati

Banyak orang menghindari kopi karena dianggap sebagai racun tubuh. Sebenarnya, kopi memiliki phytonutrisi yang berfungsi untuk melindungi kesehatan hati. Konsumsi kopi, melindungi seseorang terhindar dari penyakit sirosis dan kanker hati.

Selasa, 13 November 2012

Capai Orgasme Lebih Intens Saat Bercinta Selama Hamil

VeHealth - Bersama dengan perubahan fisik dan hormonal, selama masa kehamilan semua wanita mengalami perubahan hasrat seksual. Ada yang semakin menggebu-gebu, ada pula yang tak kehilangan selera sama sekali.
Para ahli mengatakan hal tersebut normal dialami oleh setiap wanita, baik itu pada kehamilan pertama ataupun berikutnya. "Perubahan gairah seksual yan terjadi saat masa kehamilan umumnya berbeda-beda, tergantung trimester. Terdapat kecenderungan memiliki nafsu seksual yang naik turun pada keseluruhan masa kehamilan," ucap Heidi Murkoff, co-author buku What to Expect When You're Expecting.
Kelelahan selama trimester pertama dapat menempatkan gairah seks menjadi hal terakhir yang Anda inginkan. Selain itu, payudara yang membengkak dan menimbulkan rasa nyeri serta rasa mual juga menyulitkan Anda menikmati foreplay.

Meskipun begitu, meningkatnya aliran darah yang mengalir ke organ vital dan daerah panggul dapat membuat Anda mencapai orgasme lebih intens, dan bahkan meningkatkan kesempatan Anda untuk mengalami multiple orgasm. Tapi tentu saja, pembengkakan mempengaruhi setiap wanita secara berbeda-beda. Beberapa wanita hamil juga banyak yang mengalami kesulitan mencapai orgasme.

Hubungan seks cenderung paling terasa menyenangkan selama trimester kedua, ketika rasa mual yang seringkali dirasakan selama trimester pertama sudah  mereda dan payudara Anda juga lebih lembut dan tidak sensitif seperti awal-awal kehamilan.

Saat hamil, kulit dan rambut wanita juga terlihat lebih bercahaya dan hal tersebut membuat wanita merasa lebih seksi dan diinginkan pasangan. Ditambah lagi dengan terjadinya lonjakan hormon, terutama oxytosin, yang dianggap meningkatkan gairah seksual. Tapi, pada saat memasuki masa-masa akhir kehamilan, gairah seksual wanita biasanya mereda. Hal ini dikarenakan ukuran perut yang semakin besar cenderung menyulitkan untuk mendapatkan posisi bercinta yang nyaman, bahkan dalam waktu yang singkat.

Namun, perubahan emosi selama masa kehamilan pun dapat mempengaruhi gairah seksual Anda. Anda mungkin merasa gugup karena akan menjadi seorang ibu atau khawatir mengenai kesehatan bayi dan sebagainya. Hal-hal tersebut normal terjadi dalam masa kehamilan. Tak hanya mengenai gairah seksual, Anda  akan merasa diri Anda mengalami perubahan dari hari ke hari.

Untuk itu, perlu komunikasi bersama pasangan, apa yang Anda inginkan selama sesi intim itu. Pasangan pria pun sebaiknya tak segan memberitahu pasangannya yang tengah hamil akan hasratnya.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...