Selamat Datang Di Blog Ini, Semoga Informasi Ini Bermanfaat Untuk Anda

Sabtu, 22 September 2012

"Sperm Extractor" Mesin Pemerah Sperma


VeHealth - Untuk mengeluarkan sperma, sebenarnya bukan perkara sulit bagi kebanyakan pria. Namun tidak bagi beberapa pria dengan kondisi tertentu. Untuk tujuan itulah sebuah rumah sakit di China memperkenalkan alat khusus yang bisa 'memerah' sperma secara otomatis.

Ini bukanlah lelucon, karena Zhengzhou Central Hospital di China, benar-benar menggunakan ekstraktor sperma otomatis untuk tujuan medis yang paling serius.

Banyak rumor yang mengira alat ini dimanfaatkan untuk mengumpulkan sperma seperti halnya yang dilakukan bank sperma. Namun pihat Zhengzhou Central Hospital dengan cepat mengabaikan rumor tersebut.

"Mungkin banyak orang yang salah paham tentang penggunaan mesin ini dan berpikir ini digunakan untuk donasi sperma. Faktanya, bank sperma memiliki standar yang sangat tinggi, donor harus melalui serangkaian pemeriksaan medis yang ketat dan mereka jelas tidak akan menggunakan ekstraktor sperma," jelas Zhu, Direktur Departemen Urologi Zhengzhou Central Hospital, seperti dilansirZhengzhou Evening News, Jumat (21/9/2012).

Menurutnya, mesin khusus ini hanya boleh digunakan untuk pasien infertilitas yang kesulitan untuk mengeluarkan sperma dengan cara yang biasa.

Alat yang disebut 'sperm extractor' ini memiliki desain yang unik. Mesin ini memiliki 'pipa pijat' di bagian depan perangkatnya yang bisa bergerak maju mundur. 'Pipa pijat' juga dapat disesuaikan dengan tinggi pengguna, kecepatan, frekuensi, amplitudo dan suhunya.

Ketika dinyalakan, layar di bagian atas mesin bisa memutarkan film yang disertai dengan suara, sehingga pengguna bisa mendapatkan suasana hati yang baik. Sebelum menggunakan alat ini, pria juga diminta untuk menggunakan kondom.

'Pemerah' sperma ini dilaporkan sangat popular di Zhengzhou Central Hospital, dengan rata-rata 20 hingga 30 pasien menggunakannya setiap hari. (fn)

Selalu Takut Alat Kelamin Menciut Karena Sindrom Koro

VeHealth - Alat kelamin merupakan senjata utama dalam kehidupan seksual kaum adam. Hampir setiap pria tentu tidak ingin organ vitalnya berukuran mungil apalagi sampai menciut. Kondisi ini menyebabkan sebagian pria mengalami Sindrom Koro.

Mungkin belum banyak orang yang mendengar tentang Sindrom Koro. Ini merupakan kondisi gangguan kejiwaan yang ditandai dengan kecemasan dan ketakutan mendalam tentang menyusutnya ukuran penis atau bahkan hilang sama sekali.

Ini adalah ketakutan atau kecemasan yang sebagian besar ditemukan pada individu di negara-negara seperti India, China dan Jepang, juga negara di Asia Tenggara terutama Malaysia dan Indonesia.

Di Amerika Serikat dan Eropa sindrom ini dikenal dengan Genital Retraction Syndrome, seperti dilansir Medicaldaily, Sabtu (22/9/2012).

Koro diakui sebagai penyakit menular seksual dalam pengobatan tradisional China. Sedangkan di AS, kondisi ini didiagnosis sebagai penyakit mental seperti skizofrenia, gangguan kecemasan atau gangguan tubuh dismorfik.

Sindrom Koro sebagian besar terjadi pada pria-pria muda Asia, karena banyak diantaranya yang kurang informasi tentang fisiologis pubertas. Pria-pria ini juga kurang mendapatkan pendidikan seks yang tepat, yang menjelaskan tentang perkembangan fisiknya.

Penderita Sindrom Koro percaya bahwa ketika alat kelaminnya menyusut atau menghilang, maka peringatan tanda kematian sudah dekat.

Seperti dilansir dari Health24, selain takut dengan penyusutan penis, pencabutan dan penghilangan penis, gejala lain pada Sindrom Koro adalah sebagai berikut:
1. Persepsi bahwa bentuk dan otot penis berubah
2. Takut dengan kemandulan dan kehilangan daya seksual
3. Takut kegilaan, semangat kepemilikan dan ancaman kematian.

Penderita Sindrom Koro dikenalkan untuk mencoba meredakan ketakutannya dengan 'menarik penis manual atau mekanis' atau 'menahan' penis dengan menggunakan tali atau semacam alat penjepit.

Padahal pemeriksaan medis menunjukkan tidak ada kasus penyusutan penis yang sebenarnya. Sindrom Koro hanyalah sebuah fobia atau ketakutan yang tidak rasional, karena tidak ada bukti medis bahwa penis dapat menghilang, kecuali akibat kecelakaan atau pisau bedah.

Namun, hal yang pasti terjadi adalah penis akan mengalami perubahan sejalan dengan bertambahnya usia. (fn)
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...