
VeHealth - Influenza sering terjadi pada musim hujan dan membuat semua orang berusaha menghindari bakteri yang mengancam. Lantas, apakah cara terbaik untuk menghindari infeksi? Mencuci tangan merupakan anjuran yang sering dilontarkan. Tapi penggunaan pembersih tangan juga disarankan.
Namun, sebuah studi baru menemukan, staf yang dalam jangka panjang sering menggunakan pembersih tangan sebagai pengganti sabundilaporkan berhubungan dengan wabah penyakit dari norovirus.
Norovirus merupakan strain baru yang beredar, yang juga bisa menyebabkan penyakit usus, dan seringkali menjadi akar wabah di sekolah atau pun di panti jompo.
Pembersih tangan biasanya mengandung bahan aktif alkohol, seperti etil alkohol.Ia bekerja sebagai antiseptik. Bahan-bahan lain yang mungkin ada di pembersih tangan seperti air, pengharum, dan gliserin.
"Bahan dasar alkohol pada pembersih tangan (hand sanitizer) jelas merupakan metode yang sangat berguna dan penting untuk mencegah infeksi bakteri dan virus yang paling banyak, dengan pengecualian langka, "kata Aaron E. Glatt, MD, Wakil Presiden Eksekutif dari Pusat Medis Mercy, Rockville Centre, Long Island, NY. Dia adalah juru bicara Infectious Diseases Society of America seperti dikutip WebMD, Minggu (17/2/2013).
Virus Penyebab Pilek dan Flu
Glatt mengatakan, pembersih tangan ternyata tak bekerja untuk melawan infeksi yang disebabkan C. difficile, bakteri yang bisa mengancam hidup dengan peradangan di usus besar. Namun, Glatt mengatakan penelitian ini tidak membuatnya tak menyarankan orang menggunakan pembersih tangan.
"Penelitian ini tak mengubah rekomendasi rutinitas saya bahwa orang harus menggunakan pembersih tangan," ujar Glatt. Menurutnya, pembersih tangan sangat berguna ketika air tidak tersedia.
Pada penelitian yang dipublikasikan dalam American Journal of Infection Control, peneliti CDC melihat penggunaan pembersih tangan pada staf 91 dalam perawatan jangka panjang. Ternyata, staf yang sering menggunakan pembersih tangan dibanding sabun dan air untuk membersihkan tangannya, memberikan kesempatan wabah enam kali lebih besar.
Jadi, apakah mencuci tangan lebih baik daripada pembersih tangan untuk mencegah penyebaran infeksi?
Menurut Glatt dan Brian Sansoni, juru bicara American Cleaning Institute, kedua cara itu sama-sama penting. "Sabun dan air adalah nomor satu," kata Sansoni. "Pembersih tangan adalah tambahan yang sangat efektif".
CDC setuju. Ia mengatakan bahwa untuk norovirus, mencuci tangan merupakan pencegahan terbaik, terutama setelah ke kamar mandi, mengganti popok, dan sebelum makan, dan melakukan persiapan makanan. Sanitizer dapat membantu, tetapi "pembersih tangan bukan pengganti untuk mencuci dengan sabun dan air".
"Mereka juga dapat digunakan jika sabun dan air tidak tersedia," kata CDC.
Glatt berbagi tips bagaimana mencuci tangan yang benar, yakni mencuci dengan menggosok yang kuat sekitar 20-30 detik menggunakan sabun dan air hangat. Jika Anda tetap menggunakan pembersih tangan, Sansoni mengimbau gunakan pembersih yang benar. Gunakan satu atau dua semprotan.
"Gosokkan kedua tangan dengan cepat, ke depan dan belakang, antara jari, dan di sekitar, di bawah kukiu, sampai tangan menjadi kering"

VeHealth - Walaupun sudah seringkali dibahas, tapi ternyata posisi seks ini masih
menjadi favorit bagi pasangan. Seks sudah banyak diteliti bisa membakan
kalori dan lemak. Dan menurut seksolog hanya ada dua yang jadi posisi
seks favorit pasangan.
Bercinta bukan hanya membatu pembakaran
kalori, tapi juga memungkinkan pasangan untuk melakukan olahraga rutin
sambil menikmati kenikmatan seksual.
Seksolog Bangalore, Dr Basheer Ahmad Roy mengatakan kalau semua interaksi ketika bercinta bisa memberikan manfaat kesehatan.
"Hampir
semua otot termasuk kaki, paha, lengan, bahu dan perut bagian bawah
akan bekerja pada saat berhubungan seksual. Setidaknya lakukan seks
minimal 15 menit untuk mendapatkan manfaat kesehatan dari posisi
seksual," katanya seperti dilansir Times Of India, Sabtu (16/2/2013).
Penelitian sebelumnya mengatakan kalau seks bisa meringankan sakit kepala, mengurangi depresi dan pikiran.
Dr
Shivi Jaggi, seorang seksolog yang tinggal di Delhi, India menagatkan
kalau sebenarnya posisi seks apapun, yang terpenting adalah pasangan
memiliki tingkat kenyamanan.
"Seks bisa membantu membakar kalori,
maka dari itu perlu ada rasa nyaman bagi pasangan dalam melakukannya
sehingga pasangan akan merasakan tubuhnya bugar," ujar Shivi.
"Posisi
seks yang nyaman akan memerlukan Intensitas gerakan dan durasi seks
yang baik sehingga bisa membuat wanita turun berat badannya dan pria
akan membentuk otot," tambahnya.
Ada dua posisi seks yang dinilai bisa membantu kesehatan dan memang menjadi favorit bagi pasangan, seperti berikut ini:
1. Misionaris (Man on top)
Lebih
dari 90% pasangan pasti akan berhubungan dengan posisi ini di tempat
tidur. Survei di India menunjukkan beberapa pasangan merasa puas dengan
posisi seks ini. Posisi ini dinilai bisa menyeimbangkan berat badan
pasangan.
"Dengan pria di atas, banyak tekanan yang ditanggung
oleh lengan dan bahunya. Sementara itu, siku dan lutut akan digunakan
secara maksimal suntuk menyeimbangkan posisi tersebut. Selain itu, otot
paha juga bekerja pada saat posisi misionaris,"ujar Shivi.
2. Woman on top
Wanita
bisa orgasme dengan cepat saat di atas. Namun ada keengganan terlihat
di kalangan perempuan untuk mencoba posisi ini di tempat tidur. Hal ini
memungkinkan pasangan untuk bekerjasama. Wanita bisa menggunakan tangan
dan lengan untuk menopang ke bawah, dan pasangan pria memegang wanita
untuk menyeimbangkan berat tubuhnya.
"Dengan posisi wanita di
atas, berat biasanya akan ditanggung oleh pria. Sekali lagi posisi ini
adalah kesempatan bagi pria karena pasti pria akan menggunakan otot-otot
bisepnya untuk menahan berat pasangan wanita. Untuk wanita, cukup
dengan mempertahankan posisi ini lebih lama, maka Anda bisa meregangkan
otot bisep, trisep, lengan dan otot dada secara maksimal,"lanjut Shivi.