
VeHealth - Setelah melahirkan, pada beberapa kasus seorang ibu bisa mengalami baby blues
atau gangguan emosi seperti depresi. Kondisi ini terjadi dalam kurun
waktu tertentu. Untuk mencegah atau mengatasinya bisa dilakukan dengan
terapi warna.
Warna bisa jadi salah satu terapi alami untuk
memperbaiki suasana hati, terutama bagi mereka yang mengalami depresi
dan kecemasan. Selain itu, warna pakaian dan dekorasi dapat berpengaruh
langsung pada pola perilaku serta menghasilkan aliran energi yang baik
untuk tubuh.
Bagi para ibu usai melahirkan, dengan menggunakan
warna yang tepat pada tubuh atau lingkungan rumah, dapat berdampak baik
pada suasana hati. Berikut lima warna yang diketahui bisa mencegah
depresi usai melahirkan, seperti dilansir dari Bold Sky.
Putih
Ini
merupakan warna yang dikenal sebagai warna netral, bersih, dan suci.
Para ibu sangat dianjurkan mengenakan busana warna putih usai
melahirkan, demi menciptakan suasana hati yang lebih tenang dan damai.
Cokelat
Jika Anda mengenakan warna pakaian ini, dapat mengubah mood
jadi lebih stabil dalam menghadapi berbagai situasi. Termasuk,
menciptakan rasa aman dan keanggunan. Namun, pastikan Anda tak memiliki
warna cokelat yang terlalu gelap, karena dapat memunculkan efek
kesedihan.
Biru
Warna ini jelas berhubungan
dengan ketenangan. Namun, jika digunakan dengan banyak gradasi warna
biru dapat memunculkan efek yang berbeda. Kombinasi antara biru gelap
dan terang menciptakan suasana santai, damai, dan menyenangkan.
Tak
hanya itu, warna ini dikatakan pula dapat menurunkan tekanan darah,
denyut jantung, dan baik untuk pernapasan. Selain pada pakaian, warna
ini juga cocok digunakan untuk warna dinding, seprai, dan sarung bantal.
Hijau
Para
ibu yang baru saja melahirkan lebih mudah mengalami stres. Namun,
dengan menggunakan pakaian berwarna hijau, dapat membantu mengatasi
masalah pada gangguan saraf dan kelelahan. Hijau juga cocok digunakan
sebagai dekorasi rumah yang memunculkan efek ketenangan.
Kuning
Kuning
merupakan warna yang paling direkomendasikan untuk mengatasi masalah
suasana hati Anda yang terguncang. Ini disebabkan warna kuning tak hanya
memberikan efek penambah tenaga, melainkan juga dapat meningkatkan
kepercayaan diri.
Warna ini dapat memberikan perubahan positif bagi para ibu baru,
karena membawa ketenangan dan kedamaian, dibandingkan warna gelap yang
memiliki efek merugikan.
VeHealth - Pada awal masa kehamilan atau trisemester pertama, sekitar 90 persen wanita hamil mengalami morning sickness. Kemungkinan ini disebabkan karena adanya perubahan hormon yang bersifat sementara. Namun ada beberapa mitos seputar morning sickness yang harus Anda ketahui.
Nausea Gravidarum (NVP) atau morning sickness
ditandai dengan gejala mual hingga muntah pada awal kehamilan. Meski
penyebabnya tak harus di pagi hari, diprediksi gejala ini dipengaruhi
oleh kadar estrogen yang meningkat. Selain itu, faktor emosional juga
turut andil dalam kasus ini.
Dalam laporan Voices, ada beberapa mitos yang harus diluruskan soal morning sickness. Banyaknya rumor yang beredar membuat wanita hamil kerap mengkhawatirkan kandungannya.
Mitos, Morning Sickness Picu Keguguran
Fakta:
Gejala mual dan muntah merupakan hal yang umum terjadi dan kemungkinan
akan kehilangan bayi sangat kecil. Beberapa peneliti mengatakan bahwa
wanita hamil yang mengalami gangguan ini, tetap dapat melahirkan
anaknya.
Dengan kata lain, tingkat kelahiran dini saat mual dan
muntah sangatlah rendah. Jika Anda mengalami ketidaknyamanan dengan
kondisi ini, dianjurkan untuk berkonsultasi ke dokter kandungan segera.
Mitos, Morning Sickness Menyakiti Janin
Fakta: Banyak wanita keliru menerima hal ini. Mengalami morning sickness bukanlah yang menyenangkan, namun Anda justru boleh berbahagia. Pasalnya morning sickness dapat membantu mendukung pertumbuhan plasenta pada janin.
Mitos, Morning Sickness Gagalkan Nutrisi Bayi
Fakta:
Pada dasarnya saat gejala mual dan muntah terjadi, sebaiknya Anda harus
segera mendapatkan cairan lagi untuk mengganti cairan yang telah
dikeluarkan tadi. Ini juga merupakan salah satu penyebab munculnya
dehidrasi.
Oleh karena itu, dapatkan asupan makanan yang seimbang
dan konsumsilah secara seimbang. Dengan kata lain, walaupun frekuensi
gejala mual dan muntah tak akan memengaruhi berat bayi lahir rendah.
Mitos, Tak Morning Sickness dan Bayi Laki-laki.
Fakta:
tidak ada perlakuan khusus untuk memprediksi jenis kelamin sang jabang
bayi. Akan tetapi dalam kondisi ini, Anda tidak tak mampu memprediksi
jenis kelamin sang bayi