
VeHealth - Kanker merupakan salah satu penyakit dengan tingkat kematian tertinggi
saat ini. Penyebabnya pun bervariasi, salah satunya perilaku seksual
yang tak sehat atau anal seks. Alhasil baik pria atau wanita kerap
mengalami penyakit kanker anus dan kanker usus.
Kanker usus besar
diketahui disebabkan karena seringnya mengkonsumsi makanan yang diolah
dengan cara dibakar atau digoreng. Namun siapa sangka kalau pada
akhirnya kanker ini juga disebabkan karena intensitas perilaku anal
seks. Tak hanya itu, sekitar 1,5 persen kanker anus dipicu karena kanker
saluran cerna.
Wanita pada dasarnya lebih berisiko terserang
kanker anus dibandingkan pria, meski begitu penyakit ini juga dapat
menimpa kaum pria dengan perilaku anal seks. Kebiasaan anal seks
diketahui menjadi risiko terbesar terjadinya kanker anus.
"Anal
seks dapat menyebabkan iritasi kronis pada dubur akibat perilaku seksual
tersebut. Ini karena secara fungsi dubur hanya mengeluarkan kotoran
sehingga tidak siap jika dijadikan tempat untuk melakukan hubungan
seksual," tutur Dr. Ari Fahrial Syam, SpPD, spesialis penyakit dalam.
Ia
juga menjelaskan mengenai gejala utama yang ditimbulkan dari kanker
anus seperti Buang Air Besar (BAB) berdarah, nyeri pada bagian anus saat
BAB, keluar lendir seperti jelly pada anus, serta timbulnya
rasa gatal. Sedangkan gejala kanker usus besar mulai dari gangguan pola
BAB (diare kronik atau susah BAB) hingga BAB berdarah.
Tak
menutup kemungkinan seseorang dengan kanker usus besar mengalami adanya
benjolan yang tak disadari. Mereka umumnya akan mengetahui setelah
terjadinya pendarahan saat BAB dan ketika pemeriksaan.
Faktor Risiko Penyakit Lain
Selain
kanker anus dan kanker usus besar, kebiasaan anal seks yang dilakukan
ini dapat berisiko pada kanker anorektal. Ini merupakan iritasi kronis
pada dubur, infeksi ini juga disertai dengan virus human pappiloma (HPV).
Seperti
diketahui bahwa infeksi HPV disebabkan karena riwayat tukar menukar
pasangan dalam berhubungan seks, riwayat kanker serviks, penggunaan
obat-obatan penekan daya tahan tubuh (imunosupresi), dan perokok.
Oleh karena itu, ada baiknya jika Anda mulai berperilaku seksual dengan tidak keluar dari mainstream.
"Perilaku seksual anal seks bukan merupakan perilaku seksual yang aman.
Ini dapat menyebabkan gangguan kesehatan, mulai dari ringan hingga
berat (kanker anus). Ini merupakan perilaku seks yang berisiko tinggi."

VeHealth - Tak hanya air seni yang dapat mendeteksi kesehatan, tapi juga urusan buang air besar atau poop. Seberapa sering Anda ke toilet, dan berapa banyak feses yang Anda buang bisa menjadi sinyal alarm tentang kesehatan.
Saluran
pencernaan mengandung lebih banyak sel bakteri. Menurut Dr Jean Perre
Raufman dari University of Maryland School of Medicine, perut menjadi
tempat terakhir penyerapan nutrisi setiap bahan makanan, termasuk bahan
kimia dan bakteri yang hinggap di makanan.
Selama ini, setiap orang hanya berpikir bagaimana mereka harus buang air besar dan tidak menyimpan sampah dalam perut. Melansir My health news daily, warna, bau dan bentuk menjadi tanda alarm awal gangguan pencernaan.
Warna
Warna feses menjadi
jawaban dari makanan apa yang dikonsumsi. Warna hitam mengindikasikan
adanya pendarahan di perut atau bagian usus kecil. Beda lagi dengan feses bewarna hijau tua, ini dikarenakan adanya konsumsi suplemen zat besi.
Feses
merah terang menunjukkan adanya darah yang berasal dari bagian bawah
sistem pencernaaan, seperti rektum, usus besar dan anus. Sedangkan untuk
warna cokelat menjadi sinyal adanya infeksi pada saluran empedu, kanker
pangkreas atau hepatitis.
Bentuk
Sebuah perubahan bentuk pada feses
juga harus diperhatikan. Kotoran yang kecil dan seperti pensil (tipis)
dipercaya sebagai gejala kanker usus besar. Ini bisa menjadi tanda dari obstruksi bagian bawah usus besar.
Tanda lainnya, feses yang
lunak. Jika Anda berada dalam kondisi ini, tandanya Anda terlalu banyak
mengkonsumsi makanan berminyak. Namun, di saat menemukan tetesan minyak
dalam WC, ini menjadi tanda kalau tubuh tidak dapat menyerap minyak
dengan baik. Bisa jadi ini adalah awal gejala pankreatitis kronis.
Bau
Meski
semua tinja memiliki bau dan tidak harum, Anda tidak boleh
mengabaikannya. Feses terdiri dari makanan yang tidak tercerna, bakteri,
lendir dan sel-sel mati. Umumnya, bau busuk dalam feses diakibatkan
dari banyak bakteri dan parasit. Adanya darah dalam feses juga dapat memicu bau busuk saat BAB.
Sembelit
Feses
yang keras dan kering menjadi tanda Anda mengalami sembelit. Biasanya,
orang yang menderita sembelit akan buang air besar kurang dari tiga kali
seminggu. Konstipasi menjadi keluhan umum yang banyak terjadi dalam
kasus ini.
Sembelit dapat disebabkan oleh banyak faktor, termasuk
pola makan yang tidak sehat. Jika diabaikan, konstipasi dapat
menyebabkan komplikasi seperti wasir, dan perdarahan rektum.
Diare
Diare
adalah cara normal tubuh untuk menyingkirkan bakteri, zat beracun,
serta virus. Namun, hal ini dapat menyebabkan tubuh terserang dehidrasi.
Umumnya diare akan terjadi selama dua hari dan akan berhenti dengan
sendirinya.
Meski begitu, diare yang melebihi empat minggu bisa
menjadi tanda yang serius. Diare yang berlangsung lama bisa menjadi
tanda penyakit kronis, seperti sindrom iritasi usus besar.