Selamat Datang Di Blog Ini, Semoga Informasi Ini Bermanfaat Untuk Anda

Rabu, 06 Februari 2013

Perilaku Seks Tidak Sehat Picu Kanker Usus

VeHealth - Kanker merupakan salah satu penyakit dengan tingkat kematian tertinggi saat ini. Penyebabnya pun bervariasi, salah satunya perilaku seksual yang tak sehat atau anal seks. Alhasil baik pria atau wanita kerap mengalami penyakit kanker anus dan kanker usus.

Kanker usus besar diketahui disebabkan karena seringnya mengkonsumsi makanan yang diolah dengan cara dibakar atau digoreng. Namun siapa sangka kalau pada akhirnya kanker ini juga disebabkan karena intensitas perilaku anal seks. Tak hanya itu, sekitar 1,5 persen kanker anus dipicu karena kanker saluran cerna.

Wanita pada dasarnya lebih berisiko terserang kanker anus dibandingkan pria, meski begitu penyakit ini juga dapat menimpa kaum pria dengan perilaku anal seks. Kebiasaan anal seks diketahui menjadi risiko terbesar terjadinya kanker anus.

"Anal seks dapat menyebabkan iritasi kronis pada dubur akibat perilaku seksual tersebut. Ini karena secara fungsi dubur hanya mengeluarkan kotoran sehingga tidak siap jika dijadikan tempat untuk melakukan hubungan seksual," tutur Dr. Ari Fahrial Syam, SpPD, spesialis penyakit dalam.

Ia juga menjelaskan mengenai gejala utama yang ditimbulkan dari kanker anus seperti Buang Air Besar (BAB) berdarah, nyeri pada bagian anus saat BAB, keluar lendir seperti jelly pada anus, serta timbulnya rasa gatal. Sedangkan gejala kanker usus besar mulai dari gangguan pola BAB (diare kronik atau susah BAB) hingga BAB berdarah.

Tak menutup kemungkinan seseorang dengan kanker usus besar mengalami adanya benjolan yang tak disadari. Mereka umumnya akan mengetahui setelah terjadinya pendarahan saat BAB dan ketika pemeriksaan.

Faktor Risiko Penyakit Lain
Selain kanker anus dan kanker usus besar, kebiasaan anal seks yang dilakukan ini dapat berisiko pada kanker anorektal. Ini merupakan iritasi kronis pada dubur, infeksi ini juga disertai dengan virus human pappiloma (HPV).

Seperti diketahui bahwa infeksi HPV disebabkan karena riwayat tukar menukar pasangan dalam berhubungan seks, riwayat kanker serviks, penggunaan obat-obatan penekan daya tahan tubuh (imunosupresi), dan perokok.

Oleh karena itu, ada baiknya jika Anda mulai berperilaku seksual dengan tidak keluar dari mainstream. "Perilaku seksual anal seks bukan merupakan perilaku seksual yang aman. Ini dapat menyebabkan gangguan kesehatan, mulai dari ringan hingga berat (kanker anus). Ini merupakan perilaku seks yang berisiko tinggi."

5 Cara Deteksi Kesehatan Lewat Feses

VeHealth - Tak hanya air seni yang dapat mendeteksi kesehatan, tapi juga urusan buang air besar atau poop. Seberapa sering Anda ke toilet, dan berapa banyak feses yang Anda buang bisa menjadi sinyal alarm tentang kesehatan.

Saluran pencernaan mengandung lebih banyak sel bakteri. Menurut Dr Jean Perre Raufman dari University of Maryland School of Medicine, perut menjadi tempat terakhir penyerapan nutrisi setiap bahan makanan, termasuk bahan kimia dan bakteri yang hinggap di makanan.

Selama ini, setiap orang hanya berpikir bagaimana mereka harus buang air besar dan tidak menyimpan sampah dalam perut. Melansir My health news daily, warna, bau dan bentuk menjadi tanda alarm awal gangguan pencernaan.

Warna
Warna feses menjadi jawaban dari makanan apa yang dikonsumsi. Warna hitam mengindikasikan adanya pendarahan di perut atau bagian usus kecil. Beda lagi dengan feses bewarna hijau tua, ini dikarenakan adanya konsumsi suplemen zat besi.

Feses merah terang menunjukkan adanya darah yang berasal dari bagian bawah sistem pencernaaan, seperti rektum, usus besar dan anus. Sedangkan untuk warna cokelat menjadi sinyal adanya infeksi pada saluran empedu, kanker pangkreas atau hepatitis.

Bentuk

Sebuah perubahan bentuk pada feses juga harus diperhatikan. Kotoran yang kecil dan seperti pensil (tipis) dipercaya sebagai gejala kanker usus besar. Ini bisa menjadi tanda dari obstruksi bagian bawah usus besar.

Tanda lainnya, feses yang lunak. Jika Anda berada dalam kondisi ini, tandanya Anda terlalu banyak mengkonsumsi makanan berminyak. Namun, di saat menemukan tetesan minyak dalam WC, ini menjadi tanda kalau tubuh tidak dapat menyerap minyak dengan baik. Bisa jadi ini adalah awal gejala pankreatitis kronis.

Bau

Meski semua tinja memiliki bau dan tidak harum, Anda tidak boleh mengabaikannya. Feses terdiri dari makanan yang tidak tercerna, bakteri, lendir dan sel-sel mati. Umumnya, bau busuk dalam feses diakibatkan dari banyak bakteri dan parasit. Adanya darah dalam feses juga dapat memicu bau busuk saat BAB.

Sembelit

Feses yang keras dan kering menjadi tanda Anda mengalami sembelit. Biasanya, orang yang menderita sembelit akan buang air besar kurang dari tiga kali seminggu. Konstipasi menjadi keluhan umum yang banyak terjadi dalam kasus ini.

Sembelit dapat disebabkan oleh banyak faktor, termasuk pola makan yang tidak sehat. Jika diabaikan, konstipasi dapat menyebabkan komplikasi seperti wasir, dan perdarahan rektum.

Diare

Diare adalah cara normal tubuh untuk menyingkirkan bakteri, zat beracun, serta virus. Namun, hal ini dapat menyebabkan tubuh terserang dehidrasi. Umumnya diare akan terjadi selama dua hari dan akan berhenti dengan sendirinya.

Meski begitu, diare yang melebihi empat minggu bisa menjadi tanda yang serius. Diare yang berlangsung lama bisa menjadi tanda penyakit kronis, seperti sindrom iritasi usus besar.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...