Selamat Datang Di Blog Ini, Semoga Informasi Ini Bermanfaat Untuk Anda

Minggu, 03 Februari 2013

Benarkah Fruktosa Picu Obesitas?

VeHealth - Fruktosa, gula sederhana yang ditemukan secara alami dalam buah ternyata tidak menyurutkan nafsu makan dan dapat menyebabkan orang untuk makan lebih banyak. Bahkan jika dibandingkan glukosa, salah satu jenis gula lainnya, fruktosa yang juga ditambahkan pada beberapa jenis makanan sebagai sirup jagung dapat meningkatkan nafsu makan.

Sebuah penelitian baru mengungkapkan, konsumsi gula akan berpengaruh terhadap otak. Para peneliti dari Yale University melihat adanya hubungan konsumsi glukosa maupun fruktosa dengan nafsu makan yang ditentukan aliran darah di bagian hipotalamus otak.

Setelah melakukan studi terhadap 20 dewasa sehat, para peneliti menyimpulkan, konsumsi glukosa menyebabkan tingginya kadar hormon yang membuat perasaan kenyang. Sebaliknya, konsumsi minuman berfruktosa hanya meningkatkan kadar hormon ini lebih sedikit.

Penelitian yang dimuat jurnal American Medical Association ini mengatakan, temuan ini bukan berarti fruktosalah penyebab epidemi obesitas, melainkan hanya salah satu faktor pendukung, selain lingkungan dan faktor genetika. Fruktosa memang banyak ditemukan pada makanan dan minuman karena harganya yang murah serta rasanya yang sangat manis sehingga dapat menekan biaya produksi.

Salah satu penulis studi ini Jonathan Purnell, sekaligus dosen di Divisi Endokrinologi, Bagian Diabetes dan Nutrisi Klinis dari Oregon Health and Science University di Portland, Amerika Serikat, mengatakan, "Kami bukannya merekomendasikan untuk menghindari konsumsi fruktosa dari sumber alami seperti buah atau madu, melainkan menekan konsumsi gula berlebihan dengan cara selalu memakan makanan yang tinggi serat dan biji-bijian."

Pendiri dan direktur Program Pengendalian Berat Badan Komprehensif di Presbyterian Hospital dan Weill Cornell Medical Center di New York Louis Aronne mencatat bahwa pemanis buatan pada makanan dan minuman di pasaran biasanya kombinasi dari glukosa dan fruktosa. Oleh karenanya, dampaknya pada tubuh tidak sedramatik hasil penelitian ini. Meskipun benar, penelitian ini menambah bukti bahwa wilayah hipotalamus otak berperan dalam menentukan epidemi obesitas.

"Pemanis yang digunakan pun menentukan rasa kenyang dan berpengaruh terhadap jumlah konsumsi sehingga berdampak pada obesitas," ungkap Aronne.

Jadi, apa yang harus dilakukan? Ahli gizi dari Lenox Hill Hospital New York Sharon Zarabi menyarankan masyarakat, untuk selalu mengecek label kemasan makanan. "Hindari konsumsi makanan yang mencantumkan glukosa atau fruktosa pada tiga komposisi utamanya, dan pastikan makanan mengandung tidak lebih dari 10 gram gula per penyajian," ujarnya.

4 Cara Agar Anda Tak Kelebihan Gula

VeHealth - Minuman ringan yang sarat dengan kandungan gula fruktosa ketahui dapat mempengaruhi nafsu makan seseorang. Yaitu dengan mempengaruhi bagian otak tertentu yang mengatur nafsu makan. Oleh karenanya, asupan fruktosa pun harus dibatasi.

Sebuah studi pada 2002 yang dimuat di jurnal Neuroscience menemukan bahwa diet tinggi gula dapat menyebabkan kehilangan memori selain menyebabkan resistensi insulin, yang menyebabkan sindrom metabolik dan diabetes tipe 2.

Studi lain, dalam Journal of American Medical Association pada tahun 2001, menemukan bahwa orang yang mendapat lebih dari 25 persen kalori dari gula mereka dua kali lebih mungkin untuk memiliki kadar kolesterol baik (HDL) yang rendah.

Adalah ide yang baik untuk membatasi kelebihan gula dalam pola makan kita sehari-hari karena menurut pedoman American Heart Association, kita harus mendapatkan tidak lebih dari 5 persen dari total kalori yang kita konsumsi sehari-hari dari gula tambahan.

Berikut adalah beberapa tips untuk mengurangi gula dalam pola makan anda:

• Batasi minuman ringan dan jus. Selain minuman ringan yang jelas mengandung banyak gula tambahan, jus juga perlu anda kurangi konsumsinya. Karena seringkali jus buah yang kita minum ditambahkan banyak gula untuk menimbulkan rasa manis. Jika ingin mengonsumsi jus buah, biarkan rasa manis berasal dari buahnya saja tanpa perlu ditambahkan lagi gula ke dalamnya.

• Jangan sepenuhnya percaya pada bahan makanan “alami”. Hanya karena sesuatu itu “alami”, tidak berarti itu tidak sarat dengan gula. Madu, agave dan sirup maple adalah contohnya. Jika Anda terlalu mempercayainya, Anda akan mendapatkan kelebihan fruktosa dari yang tubuh Anda butuhkan. Hanya satu sendok makan madu mengandung sekitar 17 gram gula.

• Hati-hati dalam menggunakan bumbu. Saus tomat merupakan sumber gula mengejutkan bagi kebanyakan orang. Karena bahan bakunya yaitu tomat sangat asam, gula turut digunakan untuk menyeimbangkan rasa.

• Selalu membaca label. Pemanis jagung, sirup jagung, fruktosa tinggi sirup jagung, fruktosa, sukrosa dan dekstrosa semua itu merupakan jenis gula. Bahan makanan yang tercantum dalam urutan pada label makanan, jadi jika tinggi fruktosa sirup jagung adalah bahan pertama yang terdaftar, itu berarti ada lebih banyak gula daripada bahan lainnya dalam makanan atau minuman.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...