Selamat Datang Di Blog Ini, Semoga Informasi Ini Bermanfaat Untuk Anda

Senin, 17 Desember 2012

Bocah 9 Tahun Susut 30 Kilogram Usai Dikucilkan

VeHealth - Breanna Bond masih berusia sembilan tahun ketika bobot tubuhnya menyentuh 84 kilogram. Tak hanya membuatnya sering merasa sesak napas dan tak bisa bebas bergerak, tubuh obesitas itu menjadikannya sasaran penghakiman sosial yang menyakitkan.

Gadis cantik asal California itu selalu menjadi target cemooh di tengah lingkungannya. "Semua orang di sekolah selalu menyebut dan memanggil saya si gendut dan wanita bodoh," ujarnya di program "Good Morning America", seperti dilansir ABC News.

Breanna mulai mengalami masalah dengan berat badan sejak kecil. Memasuki bangku taman kanak-kanak, berat badannya bahkan sudah menyentuh 45 kilogram. Hampir tiga kali lipat bobot ideal anak seusianya. Kondisi itu membuatnya kehilangan kelincahan di saat teman-temannya asyik berlarian di taman bermain.

"Dokter anak yang menanganinya di awal-awal selalu mengatakan bahwa Breanna akan selalu tumbuh besar dan terus begitu," kata sang ibu, Heidi Bond.

Khawatir dengan kesehatan fisik dan psikologis putrinya, Heidi berusaha mencari second opinion dari dokter lain. "Breanna menjalani serangkaian tes kesehatan mulai dari kemungkinan gangguan tiroid hingga diabetes, juga kemungkinan gangguan sistem endokrinnya dan alergi. Hasilnya semua normal," tuturnya.

Heidi dan suaminya tak menyerah begitu saja. Mereka memutuskan untuk memperjuangkan kebahagiaan Breanna dengan caranya sendiri. Dimulai dengan membuat agenda rutin olahraga bersama: berjalan mengelilingi kompleks rumah sejauh enam kilometer setiap hari.

"Tidak ada yang boleh membatalkan agenda ini. Kami terus berjalan setiap hari, tak peduli malam, hujan, kabut, tak ada yang bisa menghentikan upaya kami. Tidak ada kebijakan toleransi, kami tetap berjalan kaki apa pun yang terjadi," ujarnya.

Khusus untuk Breanna, agenda jalan kaki itu ditambah dengan lari di atas treadmill selama satu jam 15 menit setiap hari, serta bergabung dengan klub basket dan renang.

Namun, mereka sadar bahwa olahraga saja tak cukup. Mereka perlu mengatur pola makan sehari-hari putrinya. Yang pasti, Breanna tak boleh makan lebih 20 gram lemak per hari.

Komitmen itu nyatanya berbuah manis. Hanya dalam waktu singkat, Breanna susut 16 kilogram. Tak sampai satu tahun, ia mampu menurunkan berat badannya hingga 30 kilogram. "Momentum yang paling membahagiakan adalah ketika saya dapat menurunkan berat badan dan bisa bergerak bebas," kata Breanna.

Breana Bond

Keluarga itu tak henti mengucap syukur melihat sosok Breanna yang sehat dan penuh percaya diri. "Semoga Breanna bisa menginspirasi semua anak di dunia yang memiliki masalah berat badan. Semua ini rupanya begitu mudah diraih hanya dengan sepasang sepatu dan motivasi kuat," sang ayah menambahkan.

Mereka pun berbagi tips sederhana bagi para orangtua supaya memperhatikan kesehatan buah hati dengan olahraga dan konsumsi makanan sehat. "Jangan pernah menyerah untuk mewujudkan kesehatan anak-anak, jangan pertaruhkan hidup mereka," ujarnya.

Jenis Diet Ini Tidak Membuat Tubuh Langsing

VeHealth - Timbunan lemak berlebih dalam tubuh, kerap membuat wanita kehilangan kepercayaan dirinya. Tak sedikit dari mereka mencari cara demi mendapatkan tubuh ideal. Sayangnya metode-metode diet yang dipilih justru menciptakan masalah baru.
Pada dasarnya diet sehat bukan meningkatkan atau meminimalkan salah satu asupan nutrisi, melainkan membuat asupan nutrisi seimbang. Saat tubuh kehilangan beberapa nutrisi dari program diet yang Anda jalankan, maka secara otomatis tubuh juga akan mengeluarkan sinyal serius. Berikut jenis diet yang harus dihindari saat Anda bermaksud melangsingkan tubuh.
Diet protein
Program diet ini menjadi populer di tahun 90-an karena dipercaya berdampak baik untuk tubuh. Akan tetapi, diet tinggi protein ini justru sangat membatasi konsumsi karbohidrat yang dibutuhkan tubuh. 
Mereka yang menjalani diet jenis ini percaya, ketika tubuh kekurangan karbohidrat, maka lemak dalam tubuh lebih mudah terbakar, dan penurunan berat badan pun akan mengikutinya. 
Sayangnya tubuh bukan kehilangan lemak, melainkan kehilangan cairan, dan akhirnya tubuh akan kembali ke berat badan semula. Jika Anda membatasi sayuran, buah, dan biji-bijian pada diet protein tinggi, artinya Anda membatasi pula nutrisi dan antioksidan yang penting untuk tubuh. 
Diet vegetarian 
Tak sedikit wanita memilih untuk tidak mengonsumsi makanan hewani karena berbagai alasan. Memilih menjadi vegetarian untuk alasan lebih sehat. Padahal tubuh juga membutuhkan protein untuk menjaga kesehatan kulit, rambut, dan kuku. 
Seperti dikutip Sheknows, efek samping dari diet vegetarian ini adalah kurangnya vitamin, mineral, dan kurang gizi. Bagi wanita hamil, perkembangan ibu dan janin juga dapat terganggu, produksi ASI juga tidak akan memadai dikemudian hari. 
Diet tinggi serat
Program diet ini memang baik untuk tubuh, terlebih jika tubuh mendapat asupan serat 20 hingga 30 gram setiap harinya. Akan tetapi, jika berlebihan justru dapat menyebabkan konstipasi dan dehidrasi, serta menghambat penyerapan nutrisi. Mengurangi rasa lapar dengan menambah asupan serat  dapat membahayakan pencernaan dan menyebabkan penyumbatan pada saluran usus.
Diet ketat
Ini merupakan salah satu cara yang umum digunakan wanita untuk menurunkan berat badannya. Melakukan diet ekstrim dengan mengurangi atau bahkan tidak makan sama sekali. Hasilnya, tubuh kekurangan sumber energi, dan tingkat metabolisme juga akan melambat. Tubuh akan kehilangan vitamin dan mineral yang menyebakan kepala pusing, kelelahan, mual, serta mengalami gangguan pada hati dan ginjal.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...