VeHealth - Tiffanie Didonato memiliki impian untuk hidup mandiri dan tak
bergantung pada orang lain. Misalnya, mengemudi mobil, membuat secangkir
kopi sendiri, menyalakan lampu, serta kegiatan harian lainnya. Terlahir
dengan perawakan pendek, menyulitkan dirinya untuk hidup sendiri.
Berkat sebuah operasi yang kontroversial, kini ia telah mengubah
penampilannya. Didonato menjalani sebuah penyambungan tulang di bagian
organ terlarang untuk menambah 10 inci atau 25,4 cm tingginya.
Sewaktu usianya 15 tahun ia hanya memiliki tinggi tubuh 3,5 kaki,
sekita 1 meter. Usai menjalani operasi, wanita 27 tahun telah memiliki
tinggi 4 kaki 10 inci.
Sejak dilahirkan, ia menderita dislasia diastropic. Gangguan
tulang rawan dan perkembangan tulang. Orang yang memiliki gangguan ini
akan memiliki ukuran tubuh dengan lengan dan kaki pendek. Mereka juga
akan menderita nyeri sendi saat menggerakan bagian tubuh. Inilah yang
membuat mereka membatasi gerakan dalam beraktivitas.
Operasi yang dijalani dipicu oleh sikap gurunya. Saat di bangku
sekolah, ia dipermalukan dan dikatakan sebagai seorang kurcaci, seperti
yang dilansir Medical Daily.
Didonato, menjalani operasi peningkatan tinggi pada bagian tertentu
dan berbahaya. Tulang-tulang dikaitkan dengan mur dan baut. Ia
menjelaskan, operasi yang dijalani bukan untuk penampilan, tapi karena
ingin hidup mandiri dan alasan medis.

VeHealth - Downsize Fitness. Pusat kebugaran di Amerika Serikat ini tak sembarangan
menerima anggota yang ingin bergabung. Sengaja pilih-pilih. Bukan
berdasar status sosial atau paras wajah, melainkan proporsi: harus
gemuk!
Dilansir Daily Mail, pusat kebugaran yang
memiliki cabang di Chicago, Las Vegas, dan Dallas itu hanya menerima
mereka yang mengalami kelebihan berat badan sedikitnya 22 kilogram dari
berat badan ideal tubuhnya.
Terinspirasi tayangan reality show populer
"The Biggest Loser", pusat kebugaran itu berusaha menciptakan
lingkungan yang nyaman untuk mereka yang benar-benar bermasalah dengan
berat badan. Dengan lingkungan yang semuanya gemuk, setiap anggota
cenderung lebih percaya diri berjuang menurunkan berat badan.
Desain
pusat kebugaran ini juga unik. Tidak ada kaca di dinding seperti di
pusat-pusat kebugaran umumnya. Dinding pun sengaja dibuat tidak tembus
pandang untuk menghindari tatapan-tatapan orang luar yang meluruhkan
semangat. Alat-alat pun didesain dengan ukuran sedikit lebih besar .
Francis
Wisniewski, pemilik pusat kebugaran itu, paham benar rasanya menjadi
orang gemuk yang terintimidasi di pusat kebugaran umum. "Kalau di pusat
kebugaran lain, baru masuk saja rasanya sudah minder melihat orang-orang
langsing berotot kencang," ujar pria yang pernah mengalami obesitas
itu.
Pengalaman pribadi itulah yang kemudian membuatnya berpikir
membuat pusat kebugaran khusus. Ia ingin memberi ruang nyaman bagi
mereka yang gemuk atau obesitas. Agar memiliki semangat maksimal
menurunkan kelebihan berat badan, seperti di tayangan favoritnya.
"Ini sebenarnya adalah bentuk motivasi dan dukungan komitmen yang menjadi kunci penurunan berat badan," tuturnya.