VeHealth - Pijat merupakan salah satu cara menghilangkan stres yang cukup diminati
warga perkotaan. Tekanan lembut di tubuh itu sanggup merelakskan tubuh
dan pikiran. Terutama bagi mereka yang cenderung memiliki tingkat stres
tinggi.
Penelitian yang dipublikasikan Journal of Alternative and
Complementary Medicine, menunjukkan efek pijatan terhadap berkurangnya
tingkat hormon stres kortisol dalam tubuh. Sekaligus meningkatkan kadar
sel darah putih yang menunjang sistem kekebalan tubuh.
"Penemuan
ini sangat menarik dan saya adalah seseorang yang mulanya skeptikal,"
kata Dr Mark Hayman Rapaport, Chairman of psychiatry and Behavioral
Nerosciences di Cedar-Sinai Medical Center, seperti dilansir New York Times.
Penelitian
melibatkan 53 orang dewasa selama periode lima minggu. Sebanyak 29 di
antaranya mendapat terapi pijatan ala Swedia yang terkenal dengan
tekanan kuat. Setidaknya satu sesi pijatan selama 45 menit dalam setiap
seminggu. Sementara 24 partisipan lainnya mendapat terapi pijatan serupa
dengan tekanan lebih lembut.
Hasil analisis menunjukkan bahwa
mereka yang mendapat pijatan dengan tekanan kuat mengalami penurunan
kadar hormon kortisol lebih signifikan dibandingkan yang mendapat
pijatan lembut. Ini ditandai dengan menurunnya hormon arginine
vasopressin yang merupakan penyebab naiknya kortisol.
Tak hanya
itu. Mereka yang mendapat pijatan dengan tekanan kuat juga mengalami
peningkatan oksitosin atau hormon baik. Juga peningkatan sel darah putih
yang membantu tubuh melawan kuman dan penyakit.
Penelitian itu
membuktikan bahwa pijatan yang tepat di titik-titik refleksi tak hanya
memberi efek relaks, tapi juga mengurangi stres dan memperbaiki
kesehatan tubuh. "Jadi, mengapa tidak membuat jadwal rutin pijat seperti
halnya ke dokter gigi atau olahraga," kata Rapaport.
Sementara
hasil studi yang dipublikasikan Mayo Clinic menunjukkan efek pijatan
yang lebih luas. Mulai membantu menstabilkan tekanan darah, melegakan
kekakuan otot dan rasa sakit, serta membantu meredam depresi dan
ketakutan.
Portal Kesehatan tentang Health News, Ibu dan Anak, Seksologi, Makanan Sehat, Tips Dan Trik Sehat, Info Herbal dan Obat, Penyakit, dan Konsultasi
Selamat Datang Di Blog Ini, Semoga Informasi Ini Bermanfaat Untuk Anda
Minggu, 02 Desember 2012
Kudapan Nikmat Pereda Stress

VeHealth - Makanan menjadi salah satu pelampiasan andalan saat stres mendera. Hasrat untuk memasukkan makanan ke dalam mulut tampaknya sulit terkontrol di tengah emosi yang meletup-letup. Alih-alih langsing, stres berkepanjangan sering kali justru memicu penambahan bobot tubuh.
Kenapa? Penelitian yang diterbitkan Journal of Clinical Investigation menemukan bahwa stres memengaruhi hormon ghrelin, yang memicu rasa lapar. Artinya, mereka yang mengalami stres cenderung akan melihat makanan jauh lebih menggiurkan.
"Banyak orang ketika stres beralih ke makanan berkalori tinggi sebagai makanan yang memberikan efek nyaman," ujar Dr Jeffrey Zigman, penulis penelitian.
Agar tak terjebak stres berkepanjangan yang rentan memicu obesitas, pilih santapan tepat yang membuat pikiran lebih rileks.
Kacang PistachioSegenggam kacang pistachio sanggup merilekskan saraf-saraf yang tegang akibat stres. Penelitian bahkan menemukan pistachio mengurangi respons tubuh terhadap stres dengan mencegah peningkatan tekanan darah. Sebanyak 30 butir pistachio hanya mengandung sekitar 100 kalori, 200 kalori lebih sedikit daripada makanan kecil kebanyakan.
Ubi JalarUbi jalar mengandung sejumlah nutrisi yang efektif meningkatkan mood. Santapan tradisional ini menjadi pilihan tepat saat mengalami stres akibat mood memburuk menjelang menstruasi. Juga mengandung nutrisi yang mampu meningkatkan kadar magnesium yang menurun saat pramenstruasi.
BayamSayuran lain yang dapat menenangkan adalah bayam. Magnesium dan mineral di dalamnya dapat membantu menurunkan tingkat stres Anda. Asupan magnesium yang kurang dapat menimbulkan sakit kepala dan membuat Anda merasa cepat lelah. Jika tidak terlalu suka dengan bayam, Anda dapat mencampurkannya pada sandwich atau salad untuk sarapan pagi.
AsparagusMungkin Anda hanya menganggapnya sebagai makanan hippie. Namun, sebenarnya asparagus merupakan makanan pembangkit energi untuk menghilangkan stres. Kandungan vitamin B dan 15 mineral di dalamnya dapat meningkatkan metabolisme dan menstabilkan gula darah.
Susu kedelaiMinuman olahan kacang kedelai ini mengandung kalsium serta vitamin B12, yang efektif meningkatkan kadar serotonin. Hormon yang berperan menciptakan perasaan bahagia.
Teh herbalRasakan tubuh kian ramping dengan cepat dengan minum secangkir teh herbal hangat atau dingin. Aroma peppermint, spearmint, dan chamomile dapat mengurangi gas dalam tubuh Anda, sehingga peminumnya akan merasa tenang. Salmon
Omega 3 juga musuh hebat dari hormon stres yang sering bergejolak. Anda bisa mendapatkannya dengan mengonsumsi salmon.
Langganan:
Postingan (Atom)
