
VeHealth - Ada banyak mitos yang berkaitan dengan kesehatan
makanan dan seksual. Misalnya, bahwa makanan dan minuman tertentu akan
meningkatkan atau dikatakan secara langsung mempengaruhi kinerja
seksual.
Contoh makanan yang dapat mempengaruhi kinerja seksual adalah kedelai.
Penambahan kedelai dalam diet seorang wanita akan membantu dalam pelumasan vagina.
Kedelai dapat mempengaruhi fungsi dari reseptor estrogen, dan membantu
mengatur seberapa banyak pelumasan pada vagina yang harus dikeluarkan
pada saat berhubungan intim. Kedelai juga membantu untuk mengurangi
terjadinya hot flashes yang terjadi selama menopause, demikian yang dilansir Livestrong.
Bahan makanan lainnya adalah cabai. Menambahkan cabai dan jahe untuk
diet Anda akan membantu meningkatkan sirkulasi dan merangsang ujung
saraf, yang akan meningkatkan kenikmatan seksual Anda.
Makanan lain yang dipercaya dapat mempengaruhi seksualitas Anda menjadi
lebih baik adalah ginseng, pisang, buah ara, asparagus, belut, dan
tiram, yang dianggap dapat meningkatkan nafsu seksual.
Namun perlu diingat makan makanan berlemak sehat seperti ikan bersama
dengan buah-buahan dan sayuran tidak hanya baik untuk kesehatan seksual
Anda, tetapi bagi jantung Anda juga. (ka)

VeHealth - Semua orang pasti pernah menonton video porno, namun
hanya pria yang dilabelkan sebagai penyuka pornografi. Meskipun begitu,
pria yang sering menonton video porno ternyata tidak seburuk yang
dikira. Hal itu justru baik untuk mereka.
Orang yang sering
menonton video porno dinyatakan tidak akan berdampak pada kebiasaan
seksual mereka atau hubungan mereka dengan pasangan, demikian kata
seorang peneliti Kanada yang telah melakukan studi selama dua tahun.
Dalam
penelitiannya, Profesor Universitas Montreal, Simon Louis Lajeunesse
membantah pandangan bahwa penggemar pornografi mencari kehidupan
seksual yang mereka impikan sama seperti saat mereka melihat video
porno. Justru kebiasaan pria yang menonton video porno tidak mengarah
kepada pelecehan seksual atau merendahkan perempuan.
"Ini sama saja seperti mengatakan bahwa iklan vodka menyebabkan seseorang menjadi pecandu alkohol," kata sosiolog.
Mayoritas
pria yang gemar menonton video itu mengatakan, hal tersebut hanya
untuk memuaskan fantasi seksual mereka dan itu akan menjadi tidak adil
jika kegemaran tersebut diarahkan pada perilaku kriminal.
Lajeunesse
melakukan penelitian tersebut pada sekira 2.000 mahasiswa yang
sebagian besar wanita juga turut ikut andil dalam penelitian tersebut.
Hampir 20 orang pria heteroseksual setuju untuk membahas kehidupan seks
mereka secara mendalam.
Penemuan pertama diketahui, semua responden menonton video porno secara online. Para lajang diketahui sering melihat video itu dua kali lebih banyak dibandingkan mereka yang sudah berpasangan.
Kedua, hampir semua responden mencari sendiri kegiatan erotis secara online,
baik mereka dalam hubungan berkomitmen atau tidak. Responden
menjelaskan, mereka hanya tidak merasa nyaman berbagi momen tersebut
dengan orang lain, bahkan dengan pasangan jika ingin melihat erotisme.
Beberapa
memasukkannya ke dalam rutinitas senggang mereka, di mana salah satu
responden mengatakan, "Makanan yang baik, film yang bagus dan
masturbasi,” seperti dilansir Mid Day. (ka)