Vehealth - Dibandingkan beberapa tahun lalu, ukuran kondom pria ternyata terus
bertambah. Semakin lama, ukuran karet pengaman ini makin besar. Apakah
fenomena ini mencerminkan bahwa ukuran alat vital manusia juga terus
bertambah?
Seperti diungkapkan Tossaporn Nilkhamhang, manager quality assurance
PT Thai Nippon Rubber, dibandingkan dengan masa 10 tahun lalu, saat ini
memang ukuran kondom yang dipakai pria di dunia terus bertambah. Thai
Nippon Rubber sendiri merupakan produsen kondom berbagai merek di dunia,
termasuk di antaranya beberapa merek kondom di Indonesia.
"Jika
10 tahun lalu, orang Asia rata-rata memakai kondom ukuran 49 (diameter
dalam ukuran milimeter/mm), saat ini mereka memakai ukuran 52. Hal yang
sama terjadi pada orang di berbagai benua,".
Ia
menjelaskan, perbaikan status ekonomi dan gizi memberikan pengaruh pada
postur tubuh manusia. "Kualitas kesehatan dan gizi barangkali
berpengaruh juga pada pertumbuhan bagian-bagian tubuh, termasuk alat
vitalnya," ungkapnya.
Saat ini, rata-rata orang Asia menggunakan
kondom ukuran 52, orang Eropa ukuran 53, dan orang Afrika 53-54. Berbeda
dengan mitos yang menyebutkan ukuran alat vital pria Timur Tengah
paling juara, ternyata menurut Nilk kondom yang laris di Timur Tengah
adalah ukuran 53.
"Justru pria-pria negara pecahan Rusia yang menggunakan kondom ukuran 54-56," katanya. (fn)
Portal Kesehatan tentang Health News, Ibu dan Anak, Seksologi, Makanan Sehat, Tips Dan Trik Sehat, Info Herbal dan Obat, Penyakit, dan Konsultasi
Selamat Datang Di Blog Ini, Semoga Informasi Ini Bermanfaat Untuk Anda
Kamis, 20 September 2012
Yang Diperlukan Wanita Bukan Viagra, Melainkan...
VeHealth - Wanita
yang memiliki problem seksual seperti libido rendah tidak membutuhkan
viagra untuk membangkitkan gairahnya. Daripada menggunakan viagra, para
wanita dengan problem seksual ini hanya butuh didengarkan.
Demikian kesimpulan sebuah studi yang melibatkan 200 wanita dengan disfungsi seksual usia 35 sampai 55 tahun. Responden ini memiliki keluhan libido yang rendah sehingga sulit meningkatkan gairah mereka.
Peneliti utama Dr.Andrea Bradford dan timnya di Baylor College of Medicine di Houston meneliti efektivitas obat impotensi Cialis pada wanita dengan disfungsi seksual. Lima puluh wanita yang menjadi responden ini lebih memilih meminum plasebo atau pil kosong berisi gula ketimbang Cialis.
Setelah minum pil, para responden penelitian setuju menyampaikan aktivitas seksual mereka selama 12 minggu. Mereka juga terbuka dengan dokter perihal masalah seksual yang tengah dialami.
Yang menarik setelah pengujian berakhir, 35 persen wanita yang minum pil plasebo mengaku lebih merasakan kepuasan dalam kehidupan seks mereka. Para ahli percaya, rasa puas ini setelah responden menceritakan kondisi mereka.
"Semua wanita dalam penelitian ini memiliki kesempatan berbicara dengan seorang profesional di bidang kesehatan. Yang paling penting adalah mereka mau mendengarkan responden dengan serius," ujarnya.
"Dalam upaya menemukan solusi medis untuk masalah seksual pada wanita, kita mungkin kerap mengabaikan hal yang paling mendasar," imbuhnya.
Penemuan penelitian ini telah dipublikasikan dalam Journal of Sexual Medicine. Pada awal tahun ini, para ahli kesehatan berhasil menemukan obat untuk disfungsi seksual pada wanita bernama Flibanserin. Obat yang dijuluki sebagai viagra wanita ini memiliki hasil positif dalam rangkaian uji coba. Wanita yang minum obat ini dilaporkan kembali mengalami kepuasan seksual lebih. Namun, obat ini telah ditolak oleh Lembaga Pengawasan Obat dan Makanan Amerika Serikat. (fn)
Demikian kesimpulan sebuah studi yang melibatkan 200 wanita dengan disfungsi seksual usia 35 sampai 55 tahun. Responden ini memiliki keluhan libido yang rendah sehingga sulit meningkatkan gairah mereka.
Peneliti utama Dr.Andrea Bradford dan timnya di Baylor College of Medicine di Houston meneliti efektivitas obat impotensi Cialis pada wanita dengan disfungsi seksual. Lima puluh wanita yang menjadi responden ini lebih memilih meminum plasebo atau pil kosong berisi gula ketimbang Cialis.
Setelah minum pil, para responden penelitian setuju menyampaikan aktivitas seksual mereka selama 12 minggu. Mereka juga terbuka dengan dokter perihal masalah seksual yang tengah dialami.
Yang menarik setelah pengujian berakhir, 35 persen wanita yang minum pil plasebo mengaku lebih merasakan kepuasan dalam kehidupan seks mereka. Para ahli percaya, rasa puas ini setelah responden menceritakan kondisi mereka.
"Semua wanita dalam penelitian ini memiliki kesempatan berbicara dengan seorang profesional di bidang kesehatan. Yang paling penting adalah mereka mau mendengarkan responden dengan serius," ujarnya.
"Dalam upaya menemukan solusi medis untuk masalah seksual pada wanita, kita mungkin kerap mengabaikan hal yang paling mendasar," imbuhnya.
Penemuan penelitian ini telah dipublikasikan dalam Journal of Sexual Medicine. Pada awal tahun ini, para ahli kesehatan berhasil menemukan obat untuk disfungsi seksual pada wanita bernama Flibanserin. Obat yang dijuluki sebagai viagra wanita ini memiliki hasil positif dalam rangkaian uji coba. Wanita yang minum obat ini dilaporkan kembali mengalami kepuasan seksual lebih. Namun, obat ini telah ditolak oleh Lembaga Pengawasan Obat dan Makanan Amerika Serikat. (fn)
Sumber :
Langganan:
Postingan (Atom)

