VeHealth.com - Jumlah pasien kanker paru yang bukan perokok terus meningkat. Di
Perancis saja diperkirakan terjadi peningkatan 11,9 persen kasus kanker
paru pada bukan perokok di tahun 2010.
Sementara jumlah wanita
yang terkena kanker paru naik dari 16 persen di tahun 2000 menjadi 24,4
persen di tahun 2010. Demikian menurut data yang dilakukan tim dari
French College of General Hospital Respiratory Physicians.
Pada
kelompok wanita yang pernah merokok, angka kejadian kanker paru dalam 10
tahun terakhir diperkirakan mencapai 65 persen. Yang menarik, jumlah
kasus kanker paru pada pria perokok menurun meskipun jumlah pada bukan
perokok meningkat.
Selain peningkatan kasus pada wanita dan bukan
perokok, penelitian juga mengungkapkan bahawa kasus kanker paru makin
sering ditemukan pada stadium lanjut. Tipe kanker paru yang ditemukan
juga berubah.
Menurut Dr.Chrystele Locher, peneliti, peningkatan
kasus kanker paru pada bukan perokok mungkin dipicu oleh memburuknya
lingkungan,misalnya akibat asap buangan dari mesin disel industri.
Sebelumnya WHO menggolongkan asap diesel sebagai karsinogen.
Penelitian
sebelumnya yang dipresentasikan dalam konferensi American Association
for Cancer Research menyebutkan, kanker paru pada perokok dan bukan
perokok berbeda. Pada bukan perokok ditemukan perubahan DNA dua kali
lebih banyak dari perokok.
Di Indonesia sendiri, penyakit
pernapasan menjadi 10 besar penyebab kesakitan. Jumlah perempuan perokok
juga terus bertambah. Kementrian Kesehatan mencatat, perokok perempuan
baru sebesar 1,7 persen di tahun 1995 dan kini meningkat menjadi 5,06
persen di tahun 2007. (fn)
Sumber : Live Sience
Portal Kesehatan tentang Health News, Ibu dan Anak, Seksologi, Makanan Sehat, Tips Dan Trik Sehat, Info Herbal dan Obat, Penyakit, dan Konsultasi
Selamat Datang Di Blog Ini, Semoga Informasi Ini Bermanfaat Untuk Anda
Kamis, 06 September 2012
Cengkeh, Obati Sakit Gigi dan Batuk
VeHealth.com - Cengkeh, bunga kecil nan imut ini memiliki khasiat bagi kesehatan yang tak terduga.
Tumbuhan
yang bernama latin Syzgium aromaticum ini memiliki aroma yang sangat
khas. Manis sekaligus pedas. Banyak digunakan sebagai bumbu masakan
pedas di negara-negara Eropa, dan di Indonesia dikenal sebagai bahan
utama rokok kretek.
Cengkeh ini
ternyata sudah dikenal lama sejak jaman Romawi kuno. Kemudian dari hasil
perdagangan antar negara, Kaisar China menggunakannya sebagai obat
halitosis. Pada jaman itu, orang yang hendak berbicara dengannya
terlebih dahulu harus mengunyah cengkeh agar aroma mulutnya menjadi
harum.
Pada perkembangannya,
pengobatan tradisional China menemukan bahwa cengkeh dapat mengobati
mual. Diramu dengan beberapa bahan tambahan, seketika mual yang diderita
akan perlahan menghilang. Seperti dikutip dari indiatimes, caranya
sangat mudah, cukup dengan merebusnya dengan madu. Airnya kemudian
diminum hingga mual di perut hilang. Cengkeh juga dapat meredakan
problem pencernaan lain, terutama saat maag sedang kambuh.
Sembuhkan sakit gigi dan batuk
Selain mengobati problem pencernaan, cengkeh juga dapat menyembuhkan sakit gigi dan batuk.
Untuk
problem sakit gigi, oleskan minyak cengkeh pada bagian gigi yang sakit.
Minyak cengkeh akan menjadi antiseptik, pereda nyeri serta mencegah
infeksi.
Sembuhkan batuk
Tak
hanya dapat meredakan bau mulut, mengunyah cengkeh dapat menyembuhkan
batuk. Rasanya mungkin sedikit getir dan ada pahitnya, tetapi kandungan
kimia dalam cengkeh adalah ekspektoran alami yang mengencerkan dahak.
Kita
patut berterima kasih pada alam karena telah menyediakan aneka
obat-obatan alami yang siap digunakan. Namun, selalu ingat bahwa saat
memakainya kita tak boleh berlebihan. (fn)
Langganan:
Postingan (Atom)

